Kamis, 11 Juni 2015

ALAT EKSKRESI MANUSIA : GINJAL



Ginjal merupakan alat ekskresi yang paling utama karena ginjal menyaring hasil buangan (sisa metabolisme yang tidak berguna) yang ada di dalam darah lalu dikeluarkan lewat urin.   Ginjal atau ren berbentuk seperti biji kacang merah. Setiap ginjal memiliki ukuran panjang sekitar 11 cm dan ketebalan 5 cm dengan berat sekitar 150 gram. Letak ginjal kiri lebih tinggi daripada ginjal kanan karena diatas ginjal kanan terdapat hati yang menempati sebagian besar ruang di rongga perut.

 

ANATOMI GINJAL


  1. Korteks (lapisan terluar)
Di dalam korteks terdapat badan Malpighi, yang terdiri dari glomerulus dan kapsula bowman. Glomerulus merupakan kumpulan cabang-cabang halus pembuluh darah,. Sedangkan, kapsula bowman merupakan lapisan yang melingkupi glomerulus. Di dalam korteks mengandung jutaan nefron yaitu unit terkecil pada ginjal yang mempunyai struktur dan fungsi sebagai penyaring darah. Pada kulit ginjal ini dimulai proses filtrasi (penyaringan darah)

 2. Medulla (sumsum ginjal)
Terdapat banyak tubulus keletivus (tubulus pengumpul) yang bermuara pada pelvis renalis atau rongga ginjal.

       3.  Rongga ginjal (pelvis)
Rongga ginjal, yaitu tempat menampung urine sementara yg menetes sedikit demi sedikit dari sumsum ginjal / medula sebelum dialirkan ke kantong kemih.

PROSES PEMBENTUKAN URINE

1. FILTRASI


Zat-zat yang beracun di dalam darah diserap oleh badan malphigi. Pada bagian malphigi, ada bagian Glomerulus yang terdapat pada kapsula Bowman yang akan menyaring darah (filtrasi). Biasanya darah yang masuk di glomerulus masih mengandung berbagai macam zat seperti gula, urea, garam, air, dsb. Setelah proses penyaringan dihasilkan filtrat glomerulus (urine primer).  Urine primer ini masih mengandung berbagai zat penting bagi tubuh, jadi belum akan dikeluarkan dari tubuh.  Di dalam filtrat ini terlarut zat yang masih berguna bagi tubuh maupun zat yang tidak berguna bagi tubuh, seperti glukosa, garam-garam, dan asam amino.


2. REABSORPSI


Di dalam tubulus kontortus proksimal zat-zat dalam urine primer yang masih berguna akan diserap kembali (direabsorbsi). Zat-zat yang diserap kembali oleh darah antara lain: glukosa, asam amino, dan ion-ion anorganik. Hasil dari reabsorpsi urine primer adalah urine sekunder.  Peristiwa ini masih terjadi sampai pada lengkung Henle.

3. AUGMENTASI

Dari lengkung henle urine sekunder akan masuk ke tubulus distal untuk masuk tahap augmentasi (pengumpulan zat-zat yang tidak dibutuhkan lagi oleh tubuh). Zat sisa yang dikeluarkan adalah ion hidrogen (H+), ion kalium (K+), amoniak, dan kreatinin. Di tempat ini sudah terbentuk urine sesungguhnya. Selama melewati tubulus distal, urin banyak kehilangan air sehingga konsentrasi urin makin pekat. Selanjutnya urine disalurkan ke tubulus kolektivus.Dari pelvis renalis, urine mengalir melalui ureter dan ditampung sementara di kandung kemih. Bila kandung kemih telah penuh timbullah rangsangan untuk buang air kecil, dan urine dikeluarkan melalui urethra.  

FUNGSI GINJAL

1.  Jika darah tidak disaring oleh ginjal, maka manusia tidak akan bisa bertahan hidup. Hal itu dikarenakan tubuhnya akan diracuni oleh kotoran yang dihasilkan dari dalam tubuhnya sendiri.


2.  Cairan tubuh yg larut dalam darah jumlahnya diatur oleh darah. Oleh karena itu, volume darah harus tetap dalam jumlah seimbang agar tidak terjadi tubuh yang kering karena kekurangan cairan atau tenggelam akibat cairan tubuh yang menumpuk tak terkendali. Jadi ginjal mengatur volume darah agar tetap seimbang


3. Banyak zat kimia yg terkandung dalam darah dan memiliki kegunaan. Akan tetapi, jika jumlahnya berlebihan akan berakibat buruk pada oragan-organ tubuh sehingga mengalami kerusakan. Maka dari itu, ginjal akan membuang zat-zat yg berlebihan dan akan mempertahankan secukupnya saja agar fungsi tubuh berlangsung semestinya